Tampilkan postingan dengan label Tabassum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tabassum. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 November 2014

Musyawarah





 Musyawarah

“Assalamu’alaikum waroh matullahi wabarokatuh” suara khas kapten kelas Raden Mas Purwacaraka Abdi Negoro memecah suasana hening, sehening kuburan tengah malam jum’at kliwon tanggal 13, maklum sang kapten kelas punya aura tersendiri dan itu yang membuat ia dipercaya menjadi ketua kelas dari semester satu sampai kini, sampai nanti, sampai ketemu lagi, eh,. Sementara, sang sekjen yang culun masih khusyu dengan kertas dan pena siap mengabadikan jalannya rapat dalam notulen sejarah, bahkan mungkin lebih khuysu dibanding sholat subuhnya yang cuma dua rakaat, eh,. .afwan tenanan sekjen, becanda,.

Hari ini seperti telah diagendakan oleh protokoler kelas diadakan musyawarah membahas bagaimana cara menghabiskan uang kas yang membengkak, wuih, ngabisin duit saja susah, maksudnya biar bermanfaat gitu, kami kan orang-orang baik, baik hatinya, baik wajahnya dan yang jelas pura-pura baik kalau ada maunya. Setelah musyawarah dibuka mulai bermunculan ide-ide bagai jamur dimusim hujan, maklum tanah kami tanah subur, tongkat kayu dan batupun jadi tanaman (ngelantur lagi). Ada yang usul buat acara makan-makan, gak apa sih asal jangan saling makan, tapi yang paling banyak inginnya berwisata, ini usul di prakarsai oleh tetua kami Mr. Num Selangit Luas, mahasiswa  yang easy going, murah senyum, ramah, duduk dikelas kalau nggak paling depan ya paling belakang, mungkin ada filosofi tersendiri dengan pemilihan kursinya, tak tahulah nanti kita teliti  waktu buat skripsi tentang pengaruh pemilihan kursi kuliah dengan IPK mahasiswa. Ya sekali-kali jalan bareng mumpung belum pisah, kita orang kan bakal sibuk dengan urusan masing-masing kalau usai kuliah, belum lagi kalau banyak yang jadi pejabat,  jangankan jalan bareng, ketemu saja bakal susah, tahukan tipikal pejabat kita, kalau mau ditemui, paling ajudannya bilang Bapak sedang ada rapat gak bisa diganggu, memang kita gulma apa.

Wisata enaknya kemana ya, ke Bengkulu ? ada apa, kata Mas Tan kalau ke Bengkulu ada Benteng Malborough, ada Pantai panjang, itu pasti..,, kalau pendek bukan pantai namanya tapi kubangan kerbau, ada Danau Dendam Tak Sudah, padahal di Bengkulu banyak ustad lo,..  ada Rumah Bung Karno dan jangan lupa rumah dia juga ada di wilayah Bengkulu, bisa singgah kan., dasar Mas Tans maunya enak sendiri, ni makhluk walaupun terlihat serius kadang ngomongnya gelantur juga kemana-mana, Pekan Baru - Linggau - Bengkulu seperti bus Bengkulu Kito, coba saja tanya binatang apa yang hidup di dua alam, paling jawabnya babi ngepet,.. ??##&  maklum diprodi kami gak ada biologi yang ada urusan aqidah, begitu kilahnya. Atau waktu sekjen tanya “Gimana ngurangi rasa malas mas, ini serius  ?”dengan santai dan wajah  tak berdosa dia jawab kalau anak kecil zaman dahulu’ obat malas itu rotan, semalas apapun dia kalau bapaknya sudah pegang rotan, langsung lari dan berangkat ngaji, berhubung sekarang sudah besar ditambah zaman sudah agak moderen, rotan bisa diganti dengan senapan laras panjang,.. . di dor maksudnya ??, iya,.. orang malas itu laa yumuutu walaa yahya, tidak bermutu ngabisin biaya, jadi di dor..  juga tak apa, ini dalil darimana ya,..

“Kalau ke Padang gimana ?”, kata si Pipin mahasiswi mungil yang tergabung dalam group “I am 3”maklum dia datang dari negeri Malin Kundang, asal gak kutuk aku jadi batu ya gak papa, aku kan anak sholih yang berbakti,  kalau mau kutuk saja aku jadi orang kaya yang dermawan, mau ?.  Katanya sih disana ada Jam Gadang, kayak big ben yang di inggris, ada Teluk Bayur, dan lain-lain.  Tak tahu juga mengapa bikin group namanya “I am 3”artinya gak ngerti, kepanjangannya juga gak tahu, mungkin karena geng ini terbentuk pada semester 3, tapi kapan wisudanya kalau semester tiga terus, atau bakalan bubar kalau mau wisuda? Lihat saja nanti, lagian bukan urusanku, oleh karenanya aku tak mengurusi itu, katanya sih sejenis geng kebaikan, bukan geng motor yang suka tebar teror, semoga saja.

Akhirnya musyawarah selesai dengan keputusan berwisata ke negeri malin kundang, tinggal persiapan abis itu tawakal, ayatnya emang ghitu, “faidza azamta fatawakal alallah” tahu artinya?  buka qur’annya sana,  update status mulu di fb, kapan baca qur’an,...

Kamis 28 Juni 2012, 23.00 wib

Jumat, 28 Juni 2013

Siapa yang Paling Dermawan?

Siapa Yang Paling Dermawan ?

Al-Waqidy bercerita, "Suatu saat saya berada dalam himpitan ekonomi yang begitu keras. Hingga tiba bulan Ramadhan, saya tidak punya uang sedikit pun. Saya bingung, lalu saya menulis surat kepada teman saya yang seorang alawy (keturunan 'Ali bin Abi Thalib). Saya memintanya meminjamkan saya uang sebesar seribu dirham. Dia pun mengirimkan uang itu kepada saya dalam sebuah kantong yang tertutup. Kantong itu lalu saya taruh di rumah.... Malam harinya saya menerima sepucuk surat dari teman saya yang lain. Dia meminta saya meminjamkan uang seribu dirham kepadanya untuk kebutuhan bulan puasa. Tanpa pikir panjang, saya kirim kantong berisi seribu dirham itu kepadanya dalam keadaan masih tertutup tanpa pernah saya buka. 

Besok harinya, saya kedatangan teman yang saya kirimi uang, juga teman alawy yang meminjamkan saya uang. Yang alawy itu menanyakan kepada saya perihal uang seribu dirham itu. Saya jawab, bahwa saya telah mengeluarkannya untuk suatu keperluan. Tiba-tiba ia mengeluarkan kantong itu sambil tertawa dan berkata, "Demi Allah, bulan Ramadhan sudah dekat, saya tidak punya apa-apa lagi kecuali seribu dirham ini. Setelah engkau menulis surat kepada saya, saya kirim uang ini padamu. Sementara itu saya juga mengirim surat kepada teman kita yang satu ini untuk pinjam uang. Lalu ia mengirimkan kantong ini kepada saya. Saya pun kemudian bertanya, bagaimana ceritanya hingga bisa begini? Dia pun menceritakannya kepada saya. Lalu sekarang kami datang ke sini untuk membagi uang ini bertiga. Semoga Allah akan memberikan kelapangan kepada kita semua."

Al-Waqidy berkata, "Saya berkata pada kedua teman itu, 'Saya tidak tahu siapa di antara kita yang lebih dermawan dari yang lainnya." Kemudian kami membagi uang itu untuk bertiga. Bulan Ramadhan pun tiba dan saya telah membelanjakan sebagian besar hasil pembagian itu. Akhirnya perasaan gundah datang lagi. Saya pikir, bagaimana ini?

Tiba-tiba datanglah utusan Yahya bin Khalid al-Barmaki di pagi hari meminta saya untuk menemuinya. Ketika saya menemui Yahya al-Barmaki, dia berkata, "Hai al-Waqidy! Tadi malam aku bermimpi melihatmu, kondisimu saat itu sangat memprihatinkan. Coba jelaskan ada apa denganmu?"

Maka, saya menjelaskan keadaan saya sampai pada kisah tentang teman saya yang alawy, teman yang satu lagi serta uang yang seribu dirham. Lalu dia berkomentar, "Aku tidak tahu siapa di antara kalian yang lebih dermawan." Selanjutnya, dia memerintahkan agar saya diberi uang tiga puluh ribu dirham, dan dua puluh ribu dirham untuk kedua teman saya. Dan dia meminta saya untuk menjadi qadhi."

Sumber :  Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Jumat, 07 Juni 2013

Nyebelin,...

@princess_PKS : |Dek, nyita hatimu, boleh? | Boleh, sesuai aturan ya...jumpai orang tua bla..bla.. | Eh, harus? | Gak usah nyebelin ky KPK de bang...



Transkrip diatas saya kutip dari status fb teman, yang mungkin ingin menggambarkan betapa kesal, kecewa terhadap kinerja KPK, maklum kinerja KPK dinilai tidak adil oleh teman-teman di PKS, yang sepertinya begitu gencar membongkar kasus LHI, seakan lupa dengan kasus besar lain yang begitu besar merugikan negara. Belum lagi isu pembubaran PKS ikut dihembuskan, lha wong yang sudah masuk LP saja partainya gak dibubarin, kok yang belum terbukti mau dibubarin, nyebelin !.



Tapi bukan PKS atau KPK nya yang menjadi titik tekan dalam tulisan ini, satu kata saja “ Nyebelin”, walaupun saya sendiri khawatir kalau kata nyebelin identik dengan komisi anti rasua tersebut, mau jadi apa pemberantasan korupsi di negeri ini, tapi biarlah itu urusan KPK dan teman-teman yang punya akses untuk itu yang mengingatkannya.



Menurut KBBI nyebelin berasal dari kata “sebel” artinya mendongkol karena kecewa, kesal dan sebangsanya. Perasaan kecewa biasanya hadir ketika harapan tak sesuai kenyataan, apa yang diinginkan tak sesuai realita, ketika kesalahan terjadi berulang-ulang, ketika ada kesenjangan dan ketidakadilan, ketika dikerjain teman, ketika konsultasi proposal skripsi berkali-kali tak di acc dan banyak lagi. Berbagai ekspresipun bisa dilihat kalau orang lagi sebel, ada yang ngomel, cemberut, manyun, walau demikian sebel sebenarnya kerjaan hati. Sebagai manusia kita punya potensi untuk memiliki rasa itu, keinginan kita begitu banyak sementara kemampuan terbatas, dan bukan sekedar punya potensi untuk memiliki rasa sebel, kita juga punya potensi membuat orang lain merasa sebel alias menyebalkan.



Ketika orang sebel karena keteledoran, mungkin kata maaf masih ringan terucap, sayangnya ada orang-orang yang kadang justru merasa senang dan menang, ketika menjadi sebab rasa sebel  mampir ke hati orang. Menjadi menyebalkan mendatangkan kepuasan tersendiri, parah deh !



Karena sebel memang kerjaan hati maka urusannya juga kembali ke hati. Dalam sebuah hadits yang dijelaskan dalam kitab Musnad Imam Ahmad Rasululloh saw, bersabda yang artinya “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, tidaklah menetapkan sesuatu melainkan itu baik baginya, jika mendapatkan kebahagiaan ia bersyukur, maka yang demikian merupakan kebaikan baginya. Jika mendapatkan kesusahan ia bersabar maka yang demikian merupakan kebaikan baginya”  (HR Muslim)



Merujuk pada hadits diatas hendaknya apapun yang terjadi dapat mendatangkan kebaikan pada kita, mau senang mau susah, mau kerja atau dikerjain, kita semestinya dapat mendapatkan kebaikan dari masalah yang kita hadapi,  jadi tak ada salahnya kalau menganonimkan sebel dengan senang betul.



Buat teman- teman PKS tetap semangat dalam kebaikan, semuanya baik kok, tinggal kita menyikapinya.